Sempat dorong wasit, Wenger minta maaf

Manajer Arsenal Arsene Wenger meminta maaf karena mendorong wasit pembantu Anthony Taylor dalam kemenangan dramatis timnya 2-1 saat menjamu Burnley di Emirates hari Minggu lalu.

Pelatih asal Prancis ini, yang bisa saja mendapatkan tindakan disipliner dari FA atas insiden tersebut, dikeluarkan wasit karena protes setelah wasit Jon Moss menghadiahkan penalti kepada tim tamu di menit ketiga babak tambahan waktu.

Ketika Andre Gray berhasil menyamakan kedudukan, membuat harapan Arsenal meraih gelar menjadi di ujung tanduk, Wenger – menyaksikan dari lorong pemain – dipaksa keluar oleh Taylor.

Wenger tertangkap kamera mendorongkan tangannya ke arah Taylor sebelum akhirnya hilang di lorong, di mana dia terus menyaksikan pertandingan ketika timnya juga bergantian diberikan hadiah penalti yang bisa dicetak sempurna oleh Alexis Sanchez di menit 98 untuk mengangkat the Gunners ke posisi kedua di Liga Primer.

Diminta untuk menjelaskan alasan dikeluarkan wasit, Wenger menjawab: “Saya menyesali semuanya. Saya harusnya diam dan pulang dan pulang ke rumah.

“Saya meminta maaf. Tidak ada yang buruk. Saya mengatakan sesuatu yang anda dengar setiap hari dalam sepak bola tetapi sembilan dari 10 kali anda tidak dikeluarkan dari lapangan karena hal tersebut. Tetapi jika saya, saya seharusnya diam.”

Akan tetapi, berbicara setelah pertandingan, Wenger menolak tuduhan bahwa dia menyentuh Taylor sama sekali.

“Tidak, tidak, tidak,” ungkapnya, ketika ditanya apakah dia mendorong wasit keempat. “Saya hanya masuk ke lorong dan menyaksikan pertandingan di situ. Saya kira saya bisa berdiri di koridor.”

Gol pertama Skhodran Mustafi bagi Arsenal memberikan keunggulan bagi tuan rumah di menit 59 yang kemudian berlanjut dengan dipenuhi keputusan kontroversial.

Kartu merah kedua Granit Xhaka saat berseragam Arsenal menguntungkan Burnley tetapi, setelah lebih dari 35 menit dengan keuntungan satu pemain, sepertinya tidak ada jalan keluar bagi tim asuhan Sean Dyche tersebut.

Semua berubah sampai wasit Moss menghukum pelanggaran Francis Coquelin terhadap Ashley Barnes dengan penalti, memungkinkan Gray meraih hasil imbang bagi Clarets.

Tetapi, drama berlanjut ketika pelanggaran Ben Mee terhadap Laurent Koscielny – yang terlihat berada dalam posisi offside – memberikan angin segar bagi Arsenal.

“Saya tidak tahu apakah kartu merah itu pantas atau tidak tetapi jika memang begitu, kami hanya bisa bercermin dan memastikan hal itu tidak terjadi lagi,” ungkap bos the Gunners tersebut.

“Secara keseluruhan keputusan itu menyulitkan kami, secara mental dan fisik. Ini laga besar dan saya harus mengatakan 11 lawan 11.

“Dua penalti? Akhirnya kami mendapatkan tujuh menit tambahan waktu, kami bermain dengan 10 pemain, sulit. Tepat sebelum penalti kami harusnya mencetak gol kedua tetapi setelahnya semua terlihat riuh.

“Saya tidak tahu apakah itu penalti dan saya harus melihatnya lagi untuk melihat apa yang terjadi. Coquelin memberi tahu saya dia berlari ke arahnya dan tidak melakukan pelanggaran penalti tetapi saya tidak tahu.

“Di TV penalti Arsenal terlihat seperti penalti. Koscielny muncul lagi sebelum bola disapu, apakah ada sentuhan offside saya tidak tahu. Sepertinya dia kembali dan masuk lagi.

“Kami terus berjuang dan kami tim yang pantang menyerah yang bertarung dalam setiap hal. Tetapi ini laga yang sulit menghadapi Burnley yang menyulitkan kami.

“Selama anda tidak memanfaatkan kesempatan anda selalu akan kebobolan menghadapi mereka karena mereka bermain efisien.”

Copyrights © 2019. All rights reserved.