Arsene Wenger Beri Kebebasan Pada Mesut Ozil di Lapangan

Mesut Ozil telah mengatakan kepada kicker bahwa Arsenal masih berada di jalur persaingan dalam perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim 2016/17 ini. Selain itu, dia juga melayangkan pujian kepada manajer Arsenal Arsene Wenger yang sudah memberikan kebebasan kepada dia ketika tampil di lapangan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Meskipun saat ini tim berjuluk The Gunners itu duduk di posisi keempat dan berjarak delapan poin di bawah Chelsea yang masih bertengger di puncak klasemen sementara, dan menghadapi lawan yang berat di fase knock out 16 besar Liga Champions melawan tim raksasa asal Bundesliga Jerman Bayern Munchen pada bulan Februari nanti, Ozil menegaskan bahwa Arsenal bisa meraih prestasi tahun ini.

Ketika ditanya apakah The Gunners sudah tersingkir dari persaingan meraih gelar juara musim 2016/17 ini, dia mengatakan: “Tentu saja tidak, catatan sejarah sudah membuktikannya. Kami berhasil memimpin liga sekitar satu tahun yang lalu, dan lebih dari yang disangka kami bisa terus melaju dan meraih gelar juara. Chelsea memang menjadi pemuncak klasemen Liga Primer Inggris saat ini. Kami harus bisa terus melaju, dan kau akan terus mendekat ke puncak klasemen dalam waktu dekat ini. saya merasa yakin bahwa kami masih bisa menggapai cita-cita kami untuk bisa berada di puncak pada akhir musim ini,” kata Ozil.

Selain itu, pemain yang berposisi sebagaig elandang itu mengatakan bahwa para pemain yang sudah didatangkan oleh Arsenal pada bursa transfer musim panas yang lalu itu justru membuat tim yang berasal dari kota London utara itu jauh lebih kuat lagi dari pada sebelumnya, dengan rasa lapar yang lebih banyak dari para pemain yang bermain dari bangku cadangan.

“Kami punya para pemain lebih banyak yang memiliki potensi dengan pemain baru seperti Granit Xhaka atau Skhodran Mustafi,” imbuh Ozil.

“Dan kami juga punya semangat tim yang lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir ini, selalu ada harapan ketika para pemain yang merasa rugi karena menghuni bangku cadangan. Saat ini, mereka justru tampil dengan rasa lapar yang lebih tinggi lagi. Semua pemain merasa bahwa kami bisa meraih prestasi tahun ini,” papar pemain tim nasional (timnas) Jerman itu.

Ozil, yang mengatakan kepada kicker pada hari Minggu (7/1) kemarin bahwa masa depannya bersama dengan Arsenal tergantung pada apakah Wenger akan tetap menjadi juru strategi dari klub yang bermarkas di Emirates Stadium. Pun, pemain yang kini sudah menginjak usia 28 tahun itu melayangkan pujian kepada ahli taktik asal Prancis itu atas performa luar biasa yang dia tampilkan musim ini.

Ozil tercatat berhasil merengkuh sembilan gol di musim 2016/17 ini dan ditambah dengan enam assist, ketika dia bermain di posisi sebagai pemain nomor 10 untuk The Gunners.

“Banyak yang berharap agar saya bisa melepaskan tembakan lebih banyak lagi dan juga mencetak gol lebih banyak lagi,” kata Ozil.

“Dan itu semakin lebih baik lagi dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Saya tidak menjadi pemain yang lebih egois, akan tetapi pola permainan saya memang sedikit mengalami perubahan. Saya tidak mengambil bola dari kedalaman, akan tetapi saya malah berlari lebuh jauh di lapangan,” beber pemain kelahiran kota Gelsenkirchen tersebut.

“Saya bisa saja menghabiskan selama lima menit tanpa menggiring bola, akan tetapi saya lebih banyak mendapatkan kesempatan di depan gawang. Yang paling penting bagi saya adalah: saya harus punya kebebasan ketika sudah bermain di lapangan. Itulah yang saya butuhkan. Dan pelatih telah memberikan saya kebebasan itu, dan itulah mengapa saya bisa tampil dengan lebih baik lagi,” papar tim yang bergabung dengan klub berjuluk Meriam London sejak tahun 2013 yang lalu itu.

Sementara itu, beberapa pengamat sepak bola mempertanyakan apakah Ozil terlalu banyak mendapat kebebasan ketika Arsenal menelan dua kekalahan secara beruntun saat tumbang di tangan Everton dan Manchester City pada bulan Desember yang lalu, ketika kemampuan bertahan dari pemain yang berposisi sebagai playmaker itu mendapatkan kritikan keras.

Meski begitu, mantan pemain yang pernah merumput bersama tim raksasa asal La Liga Spanyol Real Madrid itu justru mengatakan bahwa kritikan seperti itu bisa membuatnya menjadi lebih kuat lagi.

“Orang-orang selalu berharap agar saya bisa bermain dengan baik,” ungkap Ozil.

“Jika saya bermain buruk setelah 10 pertandingan selalu tampil dengan bagus, mereka akan langsung memberikan kritikan kepada saya. Jika saya yakin dengan semua yang telah ditulis kepada saya, saya pasti akan merasa gila saat ini. Akan tetapi, melalui pengalaman dan rasa percaya diri, saya bisa mengatasi segala kritikan tersebut, itu justru bisa membuat saya lebih kuat lagi,” papar pemain yang mendapat jatah nomor punggung 11 di seragan Arsenal tersebut.

Selain itu, Ozil juga mengatakan bahwa Bayern Munchen harus dianggap sebagai tim favorit untuk bisa mengalahkan Arsenal dalam laga babak 16 besar Liga Champions ini. Akan tetapi, dia juga menambahkan bahwa tim raksasa asal Bundesliga Jerman itu adalah tim yang tidak bisa diakalahkan, khususnya tidak tahun ini.

Dan Ozil juga kembali mengungkapkan keinginannya untuk memakai serangan bernomor punggung 10 yang masih menjadi milik Jack Wilshere, yang menghabiskan musim kompetisi ini dengan bermain bersama Bournemouth sebagai pemain pinjaman.

“Saya akan merasa sangat bahagia jika bisa mengenakan seragam nomor punggung 10. Saya selalu menginginkan nomor punggung itu, pihak klub sudah tahu itu sejak hari pertama saya tiba di sini,” ujar Ozil.

“Ketika saya bergabung di sini pada tahun 2013 yang lalu, Jack Wilshere memakai nomor punggung 10. Klub sudah mengatakan bahwa nomor itu akan menjadi milik saya begitu nomor itu sudah tidak lagi dipakai. Sejak kepergian Wilshere musim panas tahun lalu, nomor itu sudah tidak dipakai lagi, akan tetapi sampai saat ini saya belum mendapatkan itu,” tutupnya.

Copyrights © 2019. All rights reserved.